Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menghadirkan program gelar ganda atau double degree yang menggabungkan Program Studi Ilmu Pemerintahan dengan Kecerdasan Buatan (AI), dilansir dari Detikcom. Kesempatan meraih dua ijazah sekaligus ini mulai dibuka untuk mahasiswa baru angkatan 2026.
Para mahasiswa yang mengikuti program ini berhak menyandang dua gelar akademik tanpa dikenakan biaya tambahan, yaitu Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.I.P.) dan Sarjana Komputer (S.Kom.). Departemen Digital Governance and Public Policy UMY merancang kurikulum tersebut guna mencetak lulusan yang mampu memadukan sektor sosial pemerintahan dengan teknologi modern.
Inovasi ini lahir melalui kerja sama lintas disiplin antara Departemen Digital Governance and Public Policy dengan Program Studi Kecerdasan Buatan di bawah Fakultas Teknik UMY. Mahasiswa dipersiapkan untuk menguasai tata kelola pemerintahan, kebijakan publik, administrasi, serta analisis data dan teknologi AI.
Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY, Dr. Awang Darumurti, menjelaskan bahwa integrasi dua bidang keilmuan ini bertujuan menjawab kebutuhan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi atau smart governance.
"Pelayanan publik saat ini tidak lagi hanya berfokus pada administrasi, tetapi telah bertransformasi menjadi layanan digital yang memanfaatkan data dan teknologi AI untuk menghasilkan kebijakan serta pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan cerdas," jelas Awang dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Awang menambahkan bahwa mahasiswa akan dibekali keahlian memanfaatkan AI untuk pengembangan aplikasi pemerintahan, analisis data publik, dan pengambilan keputusan berbasis data. Skema double degree yang tengah difinalisasi ini akan memperkuat kurikulum Ilmu Pemerintahan UMY dengan sejumlah mata kuliah dari prodi AI mulai angkatan 2026.
Pengembangan kompetensi ini juga sejalan dengan laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, yang menempatkan AI dan mahadata sebagai keterampilan dengan pertumbuhan kebutuhan tercepat. Selain teknologi, kemampuan berpikir analitis, beradaptasi, serta berkolaborasi tetap menjadi kunci utama di era kerja digital.
Peluang Karir dan Prospek Lulusan
Melalui program 'Satu Kuliah, Dua Ijazah', UMY memberikan nilai tambah bagi lulusan agar memiliki keunggulan kompetitif. Penguasaan sektor kebijakan dan teknologi digital diharapkan membuat fleksibilitas lulusan semakin tinggi di pasar kerja.
"Prospek lulusan program ini sangat luas. Organisasi pemerintah maupun swasta membutuhkan sumber daya manusia yang memahami kebijakan publik sekaligus teknologi digital," ungkapnya.
"Lulusan tidak hanya berpeluang menjadi aparatur sipil negara, tetapi juga dapat berkarier sebagai analis kebijakan publik, analis data pemerintahan, spesialis pemerintahan digital, konsultan transformasi digital, hingga spesialis produk AI," lanjut Awang.
Peluang kerja lulusan mencakup kementerian, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan teknologi, startup, lembaga konsultan, hingga organisasi internasional yang sedang mengadopsi transformasi digital.







