Manajemen Universitas Nusa Cendana (Undana) Nusa Tenggara Timur memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi mahasiswi berinisial JS yang viral di media sosial, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pihak kampus mengonfirmasi bahwa JS tidak mengalami depresi, melainkan kelelahan fisik dan kecemasan akibat penyesuaian jadwal akademiknya.
Keterangan tersebut disampaikan oleh jajaran rektorat Undana dalam konferensi pers pada Rabu (5/8/2026) sore waktu setempat. Wakil Rektor IV Undana Prof Philiphi de Rozari menjelaskan bahwa kondisi kesehatan JS saat ini telah membaik setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
"Kami mohon doa dari kita semua agar proses pemulihannya berjalan baik sehingga mahasiswa kami ini dia dapat melanjutkan proses akademiknya dan juga menyelesaikan tugas akhirnya dan juga dapat meraih cita-citanya ke depan," kata Philiphi, Wakil Rektor IV Undana.
Philiphi meluruskan informasi yang beredar terkait dugaan pembatalan ujian hingga belasan kali. Menurutnya, dinamika yang terjadi sebenarnya merupakan proses pencocokan jadwal antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan dosen penguji untuk pelaksanaan seminar proposal serta seminar hasil.
"Pembatalan 12 kali ujian skripsi di media itu tidak benar dan proses yang terjadi itu adalah penyesuaian jadwal untuk melakukan seminar proposal dan seminar hasil. Jadi bukan ujian skripsi," kata Philiphi, Wakil Rektor IV Undana.
Ia menambahkan bahwa seluruh alur penyusunan tugas akhir melibatkan koordinasi dari berbagai pihak di tingkat program studi hingga fakultas. Philiphi juga menegaskan komunikasi antara JS dan para dosen selama ini berjalan responsif.
"Kalau menurut kami itu akumulasi dari kontribusi dari pembimbing, penguji, dan mahasiswa serta administrasi baik di tingkat prodi maupun di tingkat fakultas," kata Philiphi, Wakil Rektor IV Undana.
Sebagai langkah penanganan, pimpinan kampus yang dipimpin oleh Rektor Undana Prof Dr Ir Jefri S Bale telah melakukan investigasi independen serta mengunjungi JS dan dosen penguji. Pihak kampus juga berkomitmen untuk melakukan perbaikan internal pada sistem administrasi dan tata kelola penjadwalan ujian.
"Kami akan melaksanakan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata kelola akademik kami untuk memastikan atau untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang benar-benar memerlukan perbaikan," kata Philiphi, Wakil Rektor IV Undana.
Evaluasi tersebut mencakup perbaikan mekanik koordinasi antarunit dan penyempurnaan standar operasional prosedur dalam penanganan kendala akademis mahasiswa.
"Khususnya yang berkaitan dengan mekanisme penjadwalan ujian skripsi, koordinasi antar unit, sistem komunikasi kepada mahasiswa, serta prosedur penanganan apabila terjadi perubahan jadwal atau keadaan yang bersifat mendesak," kata Philiphi, Wakil Rektor IV Undana.
Dukungan atas pemulihan mahasiswi tersebut juga datang dari pihak kementerian. Mendiktisaintek Brian Yuliarto dilaporkan telah menyapa JS secara langsung melalui panggilan video untuk memberikan dukungan moril agar JS dapat segera menyelesaikan studinya.






