Undana Usut Kasus Mahasiswi Depresi Akibat Perubahan Penguji

5 Agustus 2026, 23:01 WIB

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang tengah mendalami fakta terkait mahasiswi berinisial JS yang harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat penurunan kesehatan fisik dan mental, dilansir dari Detikcom. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh permintaan pergantian dosen penguji secara mendadak sesaat sebelum ujian skripsi dilaksanakan.

Dukungan moral mengalir dari pihak rektorat hingga Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto yang menyapa JS melalui panggilan video saat Rektor Undana, Prof Dr Ir Jefri S Bale, mengunjungi ruang perawatan pada Sabtu (1/8/2026).

Rektorat memastikan pemulihan kesehatan JS menjadi prioritas utama lembaga saat ini. Pihak kampus juga menjamin kelanjutan studi serta pemenuhan hak akademik mahasiswi semester 10 tersebut hingga meraih gelar sarjana.

"Kami sampaikan agar fokus dulu pada pemulihan kesehatannya. Soal kelanjutan studi dan hak akademiknya, kampus menjamin akan dipenuhi sepenuhnya," kata Rektor Undana Prof Dr Ir Jefri S Bale, ST, MEng.

Perkembangan kondisi fisik dan mental mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat tersebut menunjukkan tren positif setelah mendapatkan penanganan medis intensif. Pihak rektorat mengimbau semua pihak untuk memberikan ruang tenang bagi proses penyembuhan korban.

"Walau masih butuh perawatan medis lanjutan, kabar perkembangan ini menjadi penyemangat bagi kita semua," ungkap Rektor Undana Prof Dr Ir Jefri S Bale, ST, MEng.

Setelah masa pemulihan selesai, rektorat bersama pihak fakultas akan mendampingi penyelesaian tugas akhir JS. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem bimbingan akademik juga bakal digelar guna mencegah terulangnya insiden serupa.

Sementara itu, pimpinan kampus menegaskan komitmen untuk menindak tegas setiap bentuk penyimpangan prosedur atau pelanggaran etika yang dilakukan oleh tenaga pengajar.

"Prinsipnya Undana zero tolerance. Tidak ada toleransi untuk kekerasan atau pelanggaran dalam bentuk apa pun di kampus. Kami sedang mendalami seluruh fakta agar informasi yang keluar benar-benar akurat," jelas Wakil Rektor IV Undana Prof Philiphi de Rozari.

Proses klarifikasi internal masih terus berjalan dengan mengumpulkan keterangan dari para pihak terkait. Pihak fakultas juga menyiapkan tim pendampingan psikologis dari Program Studi Psikologi untuk memantau kondisi emosional korban secara berkala.

Pemeriksaan mendalam dilakukan secara berhati-hati karena salah satu dosen penguji sedang dalam suasana duka, sedangkan dosen pembimbing lainnya tengah berada di luar daerah.

"Baik mahasiswa maupun dosen mendapatkan perlakuan yang sama," ungkap Dekan FKM Undana Prof Apris Adu dalam jumpa pers di FKM Undana pada Jumat (30/7/2026).

Mahasiswi JS tercatat telah menyelesaikan seluruh beban mata kuliah serta lulus ujian proposal, sehingga kini tersisa tahapan ujian hasil dan ujian skripsi untuk menyelesaikan studinya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang