Komite Warisan Dunia UNESCO menetapkan enam situs warisan dunia masuk dalam daftar terancam bahaya pada pertemuan di Busan, Korea Selatan. Tiga situs dimasukkan secara darurat, yaitu Lanskap Migrasi Boma-Badingilo di Sudan Selatan, Kastil Gunung Amel di Lebanon, dan Sebastia di Palestina, dilansir dari Detik Travel. Lanskap Migrasi Boma-Badingilo adalah lokasi migrasi mamalia darat terbesar di dunia dan menghadapi ancaman dari pembangunan infrastruktur, perburuan liar, dan perdagangan satwa.
Konflik di Timur Tengah mengancam pelestarian Kastil Gunung Amel, yang telah mendapat perlindungan lebih tinggi sejak November 2024 oleh Komite Perlindungan Properti Budaya UNESCO, menurut Detik Travel.
Sementara itu, Sebastia di Palestina menghadapi ancaman dari rencana pembentukan taman nasional Samaria dan konflik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut. Menurut Detik Travel, Sebastia adalah situs arkeologi penting di Tepi Barat dengan sejarah lebih dari tiga milenium dan diyakini sebagai lokasi ibu kota Kerajaan Israel kuno.
Tiga situs lain yang juga menghadapi ancaman serius adalah Kota Kuno Taurica Chersonese di Ukraina, Kota Bersejarah Paramaribo di Suriname, dan Tyre di Lebanon. Pengelolaan Kota Kuno Taurica Chersonese di Ukraina saat ini terhambat karena pendudukan oleh Federasi Rusia, kata UNESCO.
UNESCO juga menyoroti proyek konstruksi tanpa penilaian dampak terhadap warisan Kota Tua Paramaribo dan konflik di Lebanon yang mengancam Tyre, kota pelabuhan kuno. Komite Warisan Dunia akan melanjutkan pembahasan nominasi tambahan untuk daftar bahaya pada 27 Juli, menurut Detik Travel.






