Universitas Padjadjaran (Unpad) menyediakan fasilitas hunian berupa asrama khusus bagi mahasiswa penerima manfaat Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan jalur afirmasi. Dilansir dari Detikcom, penyediaan sarana ini merupakan wujud komitmen pihak kampus dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif.
Fasilitas hunian tersebut terbagi dalam tiga bangunan utama, yakni BaleWilasa I Gedung A dan B untuk mahasiswa putri, serta BaleWilasa II untuk mahasiswa putra. Sebanyak 340 mahasiswa penerima KIP Kuliah dan afirmasi menghuni fasilitas ini selama satu tahun sebelum dapat berpindah ke indekos maupun asrama reguler.
Pengelola kampus juga menerjunkan kakak pendamping di lingkungan hunian untuk mempermudah proses adaptasi para mahasiswa baru selama tinggal di lokasi tersebut.
Koordinator Asrama Unpad, Nana Supriatna menjelaskan, kehadiran kakak pendamping bertujuan menciptakan ruang yang nyaman sekaligus mendukung pembentukan karakter dan kebersamaan antarpenghuni.
"Kami ingin asrama menjadi ruang yang tidak hanya nyaman untuk tinggal, tetapi juga mendukung pembentukan karakter dan kebersamaan antarmahasiswa. Karena itu, setiap penghuni didampingi oleh kakak pendamping yang siap membantu mereka beradaptasi dengan kehidupan kampus," kata Nana dalam laman resmi Unpad dikutip Kamis (6/8/2026).
Pihak Universitas Padjadjaran menetapkan sejumlah kriteria wajib bagi calon penghuni gedung asrama khusus ini. Mahasiswa yang berhak menempati fasilitas tersebut harus memenuhi persyaratan berikut:
1. Terdaftar sebagai penerima manfaat KIP-K atau program afirmasi.
2. Memiliki domisili atau jarak tempat tinggal lebih dari 30 kilometer dari lokasi kampus.
3. Mempunyai kepesertaan BPJS Kesehatan yang berstatus aktif.
Pengembangan Program Asrama Berdampak
Pengelola berencana mengembangkan fungsi hunian mahasiswa ini menjadi pusat pemberdayaan melalui Program Asrama Berdampak. Program pembinaan tersebut dirancang untuk menghadirkan kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi bagi para peserta didik.
Nana Supriatna berharap pengembangan kapasitas dan fasilitas penunjang pembelajaran di lingkungan asrama dapat terus ditingkatkan ke depannya.
"Dengan semakin banyaknya mahasiswa penerima manfaat KIP Kuliah yang membutuhkan asrama, kami berharap kapasitas hunian dapat terus ditingkatkan. Di sisi lain, penambahan fasilitas pembelajaran juga diharapkan mampu menjadikan asrama sebagai ruang yang semakin mendukung keberhasilan studi mahasiswa," kata Nana.






