Dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, memberikan motivasi serta pengalaman karier mereka kepada generasi muda dalam acara Parade dan Meet and Greet Pertamina di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026), sebagaimana dilansir dari Bola.
Kesuksesan menembus kompetisi balap tingkat internasional tidak membuat kedua pembalap tersebut melupakan pembinaan atlet muda. Veda Ega yang baru menginjak usia 17 tahun menegaskan pentingnya memaksimalkan setiap peluang karier karena pencapaian di tingkat tertinggi membutuhkan proses panjang.
"Kalau kalian udah dikasih kesempatan, ya dimaksimalin kesempatannya. Kami juga dulu seperti itu sebelum seperti sekarang (sering ikut balapan)," ujar Veda Ega Pratama, pembalap Grand Prix.
Pembalap asal Gunung Kidul tersebut menambahkan bahwa dorongan masyarakat tidak dijadikan sebagai beban di lintasan, melainkan sarana peningkatan motivasi bertanding.
"Pokoknya latihan terus dan semangat sampai kalian bisa meraih yang kalian inginkan," kata Veda Ega Pratama.
Sementara itu, Mario Suryo Aji soroti pentingnya fasilitas pendukung pengembangan bakat balap sejak dini sebagaimana yang ia rasakan selama menjalani latihan di Eropa.
"Pembalap yang belum bisa membuktikan bakatnya perlu diberi kesempatan. Kalau dari saya, kami sudah menjalani banyak sekali sesi latihan di Eropa, hampir di setiap kota mereka punya sirkuit atau mereka punya tempat untuk mengembangkan bakat di sesi latihan," tutur Mario Suryo Aji, pembalap Honda Team Asia.
Kehadiran Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat diharapkan Mario dapat mendongkrak kemunculan talenta baru yang siap bersaing pada kejuaraan balap motor tingkat dunia.
"Adanya Mandalika berharap bisa banyak lagi pembalap bertalenta yang bisa menyusul kami di ajang Grand Prix MotoGP," ucap Mario Suryo Aji.






