Langkah tim bulutangkis Indonesia harus terhenti sebelum mencapai babak puncak Kejuaraan Bulutangkis Asia 2026 atau Badminton Asia Championships 2026 (BAC 2026). Dilansir dari Papanskor, tidak ada satu pun wakil Indonesia yang berhasil menembus babak final yang digelar di Ningbo, China, pada Minggu (12/4/2026). Indonesia sebenarnya menaruh harapan pada dua wakil yang berhasil mencapai babak semifinal pada Sabtu (11/4/2026) melalui sektor ganda putri dan ganda putra.
Namun, pasangan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah dari lawan mereka.
Hasil ini membuat kedua pasangan harus puas membawa pulang medali perunggu, menyamai pencapaian tim Indonesia pada edisi kejuaraan kontinental sebelumnya. Pasangan Tiwi/Fadia gagal melangkah ke partai puncak setelah kalah dari ganda putri nomor satu dunia asal tuan rumah, Liu Sheng Shu/Tan Ning, di Ningbo Olympic Sports Center.
Melansir dari bwfbadminton.com, mereka kalah dua game langsung dengan skor 10-21, 12-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 48 menit. Pada pertandingan lain, pasangan unggulan kelima Fajar/Fikri terlibat duel sengit melawan wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju.
Fajar/Fikri yang kini menempati peringkat ke-5 dunia harus mengakui keunggulan lawan lewat permainan rubber game dengan skor 13-21, 21-14, 16-21 dalam waktu 72 menit. "Alhamdulillah pertandingan hari ini berjalan dengan lancar meskipun jauh dari harapan untuk memenangkan pertandingan, tetapi kami sudah berjuang di partai hari ini," ujar Fajar melalui tim Humas dan Media PP PBSI seperti dikutip dari djarumbadminton.com. Fajar mengaku banyak melakukan kesalahan sendiri dan hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi mereka untuk menghadapi turnamen ke depan.
"Lawan bermain sangat baik terutama defense-nya sangat luar biasa," imbuh Fajar.
Di sisi lain, Fikri menilai pasangan Kang/Ki tampil sangat solid dengan pertahanan yang rapi, sehingga menyulitkan akurasi serangan mereka. "Ini akan menjadi bahan evaluasi kami," katanya. Perolehan dua medali perunggu di BAC 2026 ini mengulang catatan Indonesia pada BAC 2025 yang digelar di arena pertandingan yang sama.
Pada edisi 2025, Indonesia juga meraih dua perunggu melalui ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.
Capaian dalam dua edisi terakhir ini berbeda jauh dibandingkan saat turnamen Asia kembali bergulir pascapandemi Covid-19 pada tahun 2022 lalu. Sebab, wakil Indonesia sempat mendominasi dengan meraih gelar juara dalam tiga edisi beruntun sejak tahun 2022 hingga 2024.
Gelar tersebut dipersembahkan oleh ganda putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan pada 2022, tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting pada 2023, dan tunggal putra Jonatan Christie pada 2024.






