Masa kejayaan Bani Umayyah tercatat mencapai puncaknya saat dipimpin oleh Khalifah Walid bin Abdul Malik yang memerintah pada tahun 705-715 Masehi. Kepemimpinannya membawa perluasan wilayah signifikan serta pembangunan infrastruktur penting di pusat pemerintahan Damaskus, Suriah, pada 3 Agustus 2026.
Di bawah kepemimpinan Walid bin Abdul Malik, Kekhalifahan Umayyah mengukuhkan dominasi wilayah yang luas mencapai 11.100.000 km². Wilayah kekhalifahan meliputi Suriah sebagai ibu kota, Ifriqiyah, Transoksiana, Sind, Maghreb, Hispania (Al-Andalus), hingga anak benua India dan Semenanjung Iberia.
Penaklukan Spanyol dan Afrika Utara
Pada tahun 711 M, pasukan Islam pimpinan Tariq bin Ziyad yang berjumlah sekitar 7.000 tentara dan didukung tambahan 5.000 tentara berhasil menaklukkan wilayah Spanyol, mengalahkan sekitar 100.000 pasukan Spanyol. Musa bin Nushair kemudian menguasai Aljazair dan Maroko serta mengangkat Tariq sebagai pemimpin wilayah tersebut.
Ekspansi Timur dan Asia Tengah
Selain itu, di wilayah timur, Muhammad bin Qasim memimpin ekspansi ke Hindustan, menguasai Sind dan Nepal, sedangkan Qutaybah bin Muslim berhasil menaklukkan wilayah sungai Dajlah, Turki, hingga Turkistan, termasuk kota-kota penting seperti Bukhara dan Samarkand.
Kebijakan dan Pembangunan di Masa Walid bin Abdul Malik
Walid bin Abdul Malik dikenal menerapkan kebijakan pembangunan infrastruktur yang berpengaruh dalam memperkukuh kekhalifahan. Ia membangun rumah sakit pertama dalam sejarah Islam serta fasilitas perawatan bagi penyandang cacat dan dhuafa, yang menandai kemajuan sosial dan kesehatan di masa itu.
"Kepemimpinan Walid bin Abdul Malik membawa kemajuan besar dalam bidang kesehatan dan sosial, sekaligus memperkuat posisi politik dan militer Kekhalifahan Umayyah," ujar seorang sejarawan Islam yang dikutip dari Kompas.
Peran Muawiyah bin Abu Sufyan dalam Fondasi Kekhalifahan
Walid bin Abdul Malik melanjutkan fondasi yang dibangun oleh pendahulunya, Muawiyah bin Abu Sufyan, yang menjadi khalifah setelah Perang Saudara Islam Pertama pada tahun 661 M dan memindahkan ibu kota ke Damaskus. Muawiyah berperan penting dalam stabilisasi politik dan awal perluasan wilayah yang kemudian dikembangkan Walid.
Data Perbandingan Masa Kejayaan
| Khalifah | Periode Pemerintahan | Wilayah Kekhalifahan (km²) | Pencapaian Utama |
|---|---|---|---|
| Muawiyah bin Abu Sufyan | 661-680 M | 7.000.000 | Stabilisasi politik, pemindahan ibu kota ke Damaskus |
| Walid bin Abdul Malik | 705-715 M | 11.100.000 | Perluasan wilayah, pembangunan rumah sakit pertama |
Perluasan wilayah dan pembangunan infrastruktur di masa Walid bin Abdul Malik menjadi tonggak penting dalam sejarah kekhalifahan Islam kedua ini.







