Siklus Unik Walrus Berkembang Biak dengan Cara Melahirkan secara Vivipar

21 Juni 2026, 21:04 WIB

Banyak orang penasaran mengenai bagaimana mamalia raksasa utara seperti walrus berkembang biak dengan cara apa di habitatnya yang ekstrem. Sebagai salah satu jenis mamalia yang hidup di air, walrus bereproduksi dengan cara melahirkan atau vivipar setelah melalui masa mengandung yang sangat panjang. Pemahaman mengenai siklus reproduksi satwa Arktik ini menjadi sangat penting di tengah perubahan iklim global yang mengancam wilayah es kutub saat ini.

Siklus reproduksi makhluk ini melibatkan serangkaian tahapan biologis yang rumit dan unik dibandingkan dengan mamalia darat. Dari pengalaman saya mengamati dokumentasi biologi laut, kesalahan umum yang sering saya lihat adalah menyamakan proses kehamilan walrus dengan anjing laut biasa. Nyatanya, walrus memiliki adaptasi khusus bernama implantasi tertunda untuk memastikan bayi mereka lahir pada musim yang paling mendukung.

Untuk memahami secara mendalam bagaimana raksasa laut ini mempertahankan populasinya, kita perlu membedah prosesnya dari awal. Berikut adalah langkah-langkah berurutan mengenai siklus reproduksi walrus di alam liar.

  1. Musim Kawin di Tengah Es Terapung
    Proses reproduksi dimulai pada musim dingin, sekitar bulan Januari hingga Maret, di mana walrus jantan dewasa akan berkumpul di wilayah es untuk memperebutkan wilayah ritual. Walrus jantan memanfaatkan suara di bawah air dan taring besar mereka untuk memikat betina serta mengusir rival.
  2. Proses Pembuahan di Dalam Air
    Setelah betina memilih pasangan yang dominan, perkawinan akan terjadi sepenuhnya di dalam air. Walrus merupakan satwa poligami, artinya satu jantan dominan dapat mengawini beberapa betina dalam satu musim reproduksi.
  3. Fase Istirahat Embrio atau Implantasi Tertunda
    Setelah pembuahan sukses, sel telur yang telah dibuahi tidak langsung menempel pada dinding rahim. Embrio akan melayang bebas di dalam rahim selama sekitar empat hingga lima bulan sebelum akhirnya tertanam untuk mulai berkembang menjadi janin.
  4. Masa Kehamilan yang Panjang
    Setelah embrio terimplantasi, masa perkembangan janin yang sesungguhnya berlangsung selama satu tahun penuh. Secara total, dari proses perkawinan hingga melahirkan, walrus betina membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 16 bulan.
  5. Proses Melahirkan Bayi Tunggal
    Persalinan biasanya terjadi pada musim semi berikutnya, antara bulan April dan Juni, saat es mulai mencair. Walrus betina akan melahirkan satu ekor anak (jarang sekali kembar) di atas es terapung atau di pantai yang aman dari predator.
Pelukan Ibu dan Bayi Walrus | National Geographic | Lien Prasetyowati

Dalam kasus yang sering saya temui dalam literatur mamalia laut, keberhasilan kelahiran ini sangat bergantung pada kestabilan es laut. Tanpa adanya lapisan es yang kuat, induk walrus akan kesulitan menemukan tempat yang aman untuk melahirkan dan menyusui bayinya yang baru lahir.

Mengapa Proses Kehamilan Walrus Memakan Waktu Sangat Lama?

Pertanyaan mengenai kenapa masa mengandung satwa ini begitu lama sering kali muncul saat membahas ciri ciri hewan walrus. Jawabannya terletak pada mekanisme biologis bernama implantasi tertunda yang telah disebutkan sebelumnya. Mekanisme ini memastikan bahwa bayi walrus tidak lahir pada puncak musim dingin Arktik yang mematikan.

Siklus jeda ini memberikan kesempatan bagi induk untuk mengumpulkan cadangan lemak tubuh yang cukup sebelum janin mulai menguras energinya. Ketika janin akhirnya mulai berkembang aktif, waktu kelahirannya akan bertepatan dengan musim semi, saat ketersediaan makanan di lautan melimpah. Strategi bertahan hidup ini sangat krusial bagi kelestarian spesies yang hidup di lingkungan paling ekstrem di bumi.

Bayi walrus yang baru lahir sudah memiliki berat antara 45 hingga 75 kilogram dan langsung dibekali dengan kemampuan berenang alami untuk menghindari ancaman beruang kutub.

Setelah lahir, induk walrus akan menyusui anaknya menggunakan kelenjar susu yang kaya akan lemak selama lebih dari satu tahun. Kedekatan antara induk dan anak walrus ini merupakan salah satu yang paling erat di dunia mamalia laut, di mana anak akan terus bersama induknya hingga usia dua tahun untuk belajar mencari makan.

Apa Saja Perbedaan Fisik dan Golongan yang Membedakannya dari Satwa Lain?

Bagi orang awam, melihat sekilas hewan ini sering menimbulkan kebingungan tentang apa bedanya walrus dan anjing laut di habitat perairan. Walrus merupakan bagian dari kelompok Pinnipedia, namun mereka berada dalam famili yang sepenuhnya terpisah dari anjing laut sejati maupun singa laut.

Untuk mempermudah klasifikasi dan memahami posisi walrus di antara mamalia laut lainnya, mari perhatikan data karakteristik fauna laut berikut yang dihimpun dari berbagai sumber ilmiah terpercaya termasuk Wikipedia dan Kumparan.

Perbandingan Karakteristik Kelompok Mamalia Laut Pinnipedia dan Cetacea
Spesies / Kelompok Karakteristik Utama Struktur Fisik Khas Berat Maksimal
Walrus Pasifik Memiliki taring panjang, tidak berdaun telinga luar Sepasang gading gajah atas, kulit berkerut 2.000 kg
Anjing Laut Sejati Tidak bisa menekuk sirip belakang ke depan Tanpa telinga luar, bergerak melata di darat
Singa Laut Memiliki daun telinga luar yang jelas Sirip belakang bisa ditekuk untuk berjalan
Paus Bergigi Bernapas dengan satu lubang pernapasan Memiliki gigi sejati, termasuk kelompok Cetacea

Berdasarkan data di atas, terlihat jelas bahwa hanya walrus yang memiliki gading panjang di antara kelompok Pinnipedia lainnya. Selain itu, jika muncul pertanyaan apakah paus termasuk hewan mamalia, jawabannya adalah ya, namun paus berada dalam ordo Cetacea yang bertubuh sepenuhnya tanpa sirip belakang eksternal seperti walrus.

Mengenal Fungsi Organ Khas dan Kehidupan Unik Raksasa Arktik

Ciri paling menonjol pada walrus adalah keberadaan sepasang taring besar yang sebenarnya merupakan modifikasi dari gigi taring atas. Fungsi taring pada walrus sangat beragam, mulai dari senjata pertahanan melawan predator seperti beruang kutub, alat bantu untuk memanjat ke atas es, hingga simbol status sosial dalam koloni.

Taring ini dapat tumbuh hingga mencapai panjang 90 sentimeter dan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menembus bongkahan es setebal 20 sentimeter. Menariknya, taring walrus tidak pernah berhenti tumbuh di sepanjang hidup mereka, sehingga jika mengalami patah akibat benturan, taring tersebut secara bertahap akan tumbuh kembali.

Di Indonesia sendiri, kemunculan bangkai hewan laut raksasa bertaring di Maluku beberapa waktu lalu sempat menghebohkan warga dan dikira sebagai walrus yang tersesat. Namun, laporan dari Kumparan mengonfirmasi bahwa dugaan tersebut tidak tepat karena walrus merupakan satwa endemik wilayah dingin dan tidak hidup di perairan tropis Nusantara.

Selain walrus, wilayah perairan dunia juga dihuni oleh berang berang yang hidup di laut atau sea otter yang merupakan spesies berang-berang terbesar dari famili Mustelidae. Satwa-satwa ini memiliki strategi reproduksi yang berbeda-beda, namun semuanya menghadapi ancaman yang sama dari kerusakan ekosistem perairan global.

Tragedi nyata akibat interaksi manusia dan perubahan habitat menimpa seekor walrus betina liar yang dikenal bernama Freya di pesisir Oslofjord, Norwegia. Berdasarkan laporan Forest Digest, alasan kenapa walrus freya disuntik mati oleh otoritas setempat adalah demi keselamatan publik, karena kerumunan manusia yang terlalu dekat terus mengabaikan peringatan keamanan dan memicu stres berat pada satwa liar tersebut.

Walrus terbagi menjadi tiga subspesies utama berdasarkan wilayah geografisnya, yaitu Walrus Atlantik, Walrus Pasifik, dan Walrus Laptev. Di habitat aslinya, raksasa laut ini memiliki kemampuan berenang yang mengagumkan dengan kecepatan normal sekitar 7 kilometer per jam, namun mereka mampu memacu kecepatan hingga 35 kilometer per jam saat mendeteksi bahaya di dalam air.

Perubahan iklim yang memicu mencairnya es laut Arktik secara drastis saat ini menjadi tantangan terbesar bagi kelangsungan hidup bayi-bayi walrus yang baru lahir. Perlindungan terhadap kawasan es kutub dan pengurangan gangguan aktivitas manusia di sekitar koloni merupakan langkah mutlak yang harus diambil demi memastikan generasi masa depan mamalia bertaring raksasa ini tetap eksis di planet bumi.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang