Wenda Melahirkan Bayi Betina di Cagar Alam Jantho Aceh

6 Agustus 2026, 03:47 WIB

Upaya pelestarian satwa liar kembali membuahkan hasil positif di Aceh Besar. Seekor orang utan Sumatera (Pongo abelii) bernama Wenda terdeteksi melahirkan seorang bayi betina di kawasan Cagar Alam Jantho, seperti dilansir dari Detik Travel. Peristiwa ini terungkap ketika tim Post Release Monitoring (PRM) melakukan pengamatan rutin pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam pantauan tersebut, Wenda terlihat sedang menggendong anak betinanya yang diperkirakan masih berusia di bawah satu minggu. Tanda kehamilan pada induk orang utan tersebut sebenarnya sudah terpantau oleh petugas sejak Januari 2026. Indikasi awal diketahui dari perubahan fisik Wenda yang tercatat selama kegiatan pemantauan berkala di area cagar alam.

Kehadiran bayi ini menjadi indikator keberhasilan program rehabilitasi serta pelepasan satwa ke habitat alami. Program berkelanjutan ini dijalankan oleh Kementerian Kehutanan bersama berbagai lembaga konservasi mitra.

Rekam jejak Wenda dimulai pada 2009 saat ia dievakuasi sebagai satwa hasil sitaan. Kala itu, orang utan yang baru berusia sekitar satu tahun tersebut dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan-SOCP Sibolangit. Setelah menjalani proses pemulihan, Wenda dipindahkan ke Pusat Reintroduksi Jantho pada 2013. Ia kemudian resmi dilepasliarkan ke alam bebas setahun berikutnya, yakni pada 2014, dengan pengawasan rutin dari tim PRM.

Kepala Balai KSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menegaskan bahwa capaian ini lahir dari kolaborasi lintas pihak. Sinergi mencakup pemerintah, mitra lingkungan, dan masyarakat sekitar dalam menjaga ekosistem kawasan hutan. "Komitmen untuk menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho sebagai habitat orang utan sumatera dengan memperkuat pengawasan, meningkatkan kolaborasi dengan mitra konservasi, serta melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman perusakan dan perdagangan satwa liar. Keberhasilan ini adalah kerja bersama, dan kami percaya bahwa dengan sinergi semua pihak masa depan orang utan sumatera dan habitatnya akan tetap terjaga," ucap Ujang seperti dikutip, Senin (3/8/2026).

Dukungan senada disampaikan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ia menilai kelahiran anak orang utan ini membawa pesan penting mengenai pentingnya perlindungan ekosistem hutan secara berkelanjutan. Pemerintah menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat strategi konservasi satwa liar. Langkah ini mencakup penindakan tegas terhadap jaringan perdagangan ilegal serta penjaminan keselamatan bagi setiap individu satwa yang dikembalikan ke alam bebas.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang