Xiaomi Mi 10T Pro Harga Terbaru Masihkah Sebanding dengan Spesifikasinya

20 Juni 2026, 07:41 WIB

Membahas Xiaomi 10T Pro harga dan spesifikasinya selalu memicu perdebatan sengit antara ekspektasi tinggi performa kelas atas dengan realita pemotongan fitur di beberapa sektor. Ketika pertama kali diluncurkan beberapa tahun lalu oleh Xiaomi, gawai ini mendobrak pasar karena berani membawa chipset kelas premium dengan banderol yang jauh lebih terjangkau daripada kompetitornya.

Namun, melihat posisinya sekarang di tengah gempuran teknologi baru, saya harus bersikap kritis dalam menilai apakah perangkat ini masih layak dipertimbangkan atau justru sudah usang. Sebagai pengamat yang mengikuti perkembangan ekosistem Xiaomi, saya melihat ada beberapa aspek yang masih sangat kokoh, tetapi tidak sedikit pula kekurangan yang mulai terasa mengganggu.

Saya akan membedah secara mendalam seluruh komponen yang tertanam di dalam perangkat ini. Mulai dari ketangguhan dapur pacu, kualitas visual layar, hingga material fisik bodi luar yang membungkusnya secara detail.

Jantung pacu dari gawai ini ditenagai oleh chipset Qualcomm SM8250 Snapdragon 865 dengan proses fabrikasi 7 nm+. Menurut saya, performa mentah dari komponen ini pada dasarnya masih sanggup melibas berbagai tugas harian dengan sangat lancar.

Arsitektur CPU octa-core yang digunakannya memiliki pembagian klaster yang cukup agresif untuk menangani beban kerja berat maupun ringan secara efisien. Konfigurasi CPU tersebut terdiri dari satu inti super Kryo 585 berkecepatan 2.84 GHz, tiga inti performa Kryo 585 dengan clock speed 3.42 GHz, dan empat inti hemat daya Kryo 585 yang berjalan pada 1.80 GHz.

Meskipun Qualcomm Snapdragon 865 merupakan chipset flagship masa lalu, optimasi arsitekturnya dalam mengelola beban kerja berat masih bisa bersaing dengan chipset kelas menengah keluaran baru.

Dalam skenario penggunaan berat seperti bermain game dengan grafis tinggi atau melakukan penyuntingan video pendek, kestabilan suhunya terbilang moderat. Namun, saya tidak bisa memungkiri bahwa efisiensi daya fabrikasi 7 nm+ tentu sudah tertinggal jika dibandingkan dengan arsitektur modern saat ini yang jauh lebih dingin dan hemat energi.

Layar IPS LCD 144Hz Antara Kecepatan Tinggi dan Kompromi Panel

Sektor layar Dot Display berukuran 6,67 inci milik perangkat ini memicu reaksi yang campur aduk sejak awal kemunculannya. Di satu sisi, Xiaomi memberikan kecepatan refresh rate yang sangat tinggi hingga mencapai 144Hz.

Kecepatan refresh rate tersebut membuat pergerakan animasi menu dan navigasi antarmuka terasa sangat mulus tanpa jeda yang berarti. Resolusi layarnya sudah Full HD Plus atau 2400 x 1080 piksel dengan kerapatan layar berada di angka 395 ppi, yang secara visual masih menyajikan ketajaman gambar yang baik.

Teknologi panelnya pun didukung dengan Color Gamut NTSC 96% serta DCI-P3 98% yang memiliki akurasi warna Delta E sekitar 0.63. Tingkat kecerahan maksimal dari layar ini mampu mencapai 650 nits, yang menurut pengujian masih cukup aman untuk keterbacaan di bawah terik matahari.

Kekurangan Panel IPS LCD Dibandingkan AMOLED

Namun, keputusan Xiaomi untuk menggunakan panel berjenis IPS LCD capacitive touchscreen, alih-alih AMOLED, adalah sebuah kompromi besar yang harus Anda terima. Secara personal, saya merasa kontras warna yang dihasilkan tidak akan pernah bisa menyamai kepekatan warna hitam sempurna khas panel organik.

Selain itu, penggunaan panel IPS LCD berkonsekuensi pada absennya fitur pemindai sidik jari di bawah layar, sehingga Xiaomi harus memindahkannya ke bagian samping bodi. Sudut pandang atau viewing angle dari jenis layar ini juga tidak sebaik kompetitornya yang sudah menggunakan panel premium.

Dimensi Fisik Bongsor dan Bobot yang Menguras Tangan

Beralih ke aspek ergonomi, gawai ini memiliki dimensi fisik yang tergolong masif dan tebal. Berdasarkan data teknis resmi, perangkat ini mempunyai panjang 65.1 mm, lebar 76.4 mm, serta ketebalan bodi yang mencapai 9.3 mm.

Ukurannya yang tebal ini berpadu dengan berat total mencapai 218 gram, sebuah angka yang menurut saya akan membuat tangan cepat lelah jika digunakan dalam durasi lama tanpa sandaran. Bobot berat ini merupakan konsekuensi langsung dari penggunaan material premium serta kapasitas baterai besar di dalamnya.

Kondisi Xiaomi Mi 10T Pro Setelah Pemakaian Jangka Panjang | Mikhayla ID

Desain Bodi Mewah yang Dilapisi Gorilla Glass 5

Meskipun bodinya tebal dan berat, Xiaomi tidak pelit dalam urusan material build quality luar. Konstruksi utama gawai ini mengandalkan frame berbahan aluminium yang kokoh untuk meminimalisir risiko bengkok saat terkena tekanan kuat.

Untuk area bodi belakang, terdapat dua informasi dari ulasan Eraspace dan Tekno Kompas yang menyebutkan penggunaan material Gorilla Glass 5 yang mewah ataupun bahan plastik polikarbonat dengan sentuhan mengilap bak kaca. Sentuhan akhir yang mengilap ini memang memberikan impresi visual yang sangat premium saat pertama kali dilihat.

Xiaomi menghadirkan gawai ini dalam tiga pilihan varian warna yang cukup elegan di pasaran. Ketiga pilihan warna tersebut adalah Cosmic Black yang minimalis, Luna Silver atau Lunar Silver yang futuristik, serta Aurora Blue yang memiliki gradasi warna menarik.

Perbandingan Spesifikasi Utama Xiaomi Mi 10T Pro
Komponen Utama Spesifikasi Teknis
Chipset Qualcomm Snapdragon 865 (7 nm+)
Konfigurasi CPU Octa-Core (1×2.84 GHz + 3×3.42 GHz + 4×1.80 GHz)
Jenis Layar IPS LCD Dot Display 144Hz
Resolusi Layar FHD+ (2400 x 1080 piksel)
Ketebalan Bodi 9.3 mm
Berat Perangkat 218 gram
Pilihan Warna Cosmic Black, Lunar Silver, Aurora Blue

Kelebihan dan Kekurangan sebagai Bahan Pertimbangan Kritis

Sebagai pembeli yang bijak, Anda harus melihat perangkat ini secara objektif dari dua sisi yang berlawanan. Tidak ada gawai yang sempurna, begitu pula dengan perangkat flagship terjangkau dari Xiaomi yang satu ini.

Berikut adalah beberapa poin kelebihan utama yang masih dimiliki oleh gawai ini:

  • Performa tangguh dari Qualcomm Snapdragon 865 untuk kebutuhan produktivitas harian yang intens.
  • Layar super mulus dengan refresh rate 144Hz yang sangat responsif untuk kebutuhan gaming.
  • Kualitas rancang bangun yang kokoh berkat penggunaan material frame aluminium.
  • Akurasi warna layar yang tinggi dengan standar DCI-P3 98% untuk kebutuhan menikmati konten multimedia.

Di sisi lain, Anda juga wajib memperhatikan daftar kekurangan berikut sebelum mengambil keputusan:

  • Bobot bodi seberat 218 gram yang terasa sangat mantap namun melelahkan di tangan.
  • Ketebalan mencapai 9.3 mm membuatnya tampak kurang estetis dan terasa mengganjal di saku celana.
  • Ketiadaan panel AMOLED membuat reproduksi warna hitam kurang pekat dan saturasi kurang menggugah selera.
  • Efisiensi daya dari fabrikasi 7 nm+ yang sudah mulai tertinggal dari standar chipset modern saat ini.

Rekomendasi Akhir Berdasarkan Nilai Jual Terkini

Mengingat konteks waktu saat ini, posisi Xiaomi Mi 10T Pro di pasar gawai bekas maupun sisa stok baru telah bergeser menjadi opsi alternatif bagi pencari performa murni berbiaya rendah. Anda tidak bisa lagi menyamakannya dengan gawai keluaran terbaru yang memiliki fitur modern seperti pengisian daya super cepat atau sensor kamera generasi terkini.

Jika fokus utama Anda adalah mencari perangkat dengan chipset tangguh sekadar untuk bermain game berat tanpa memedulikan ketebalan bodi atau jenis panel layar IPS LCD, gawai ini masih membawa nilai manfaat yang cukup tinggi. Namun, jika Anda lebih memprioritaskan kenyamanan genggaman, efisiensi baterai jangka panjang, serta tampilan visual layar AMOLED yang memanjakan mata, mencari alternatif lain yang lebih modern merupakan langkah yang jauh lebih realistis.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang