Kiprah baru dimulai oleh Zinedine Zidane setelah resmi ditunjuk sebagai juru taktik Timnas Prancis. Sosok berusia 54 tahun tersebut memikul tanggung jawab untuk mengembalikan keperkasaan Les Bleus di panggung internasional, dilansir dari Bola. Perjalanan sosok legendaris ini dipenuhi oleh raihan gelar, momen bersejarah, hingga deretan peristiwa kontroversial.
Sejak penampilan perdana yang memukau hingga meraih trofi Piala Dunia, jejaknya mencakup pula kenangan pahit di Berlin. Kemampuan mengolah taktik dari area teknis telah dibuktikan oleh Zidane bersama Real Madrid pasca pensiun sebagai pemain. Pengalaman berharga tersebut kini diandalkan untuk memimpin skuad nasional Prancis.
Momen debut bersama tim nasional ditandai Zidane pada usia 22 tahun melalui aksi yang menyita perhatian. Diturunkan sebagai pemain pengganti dalam pertandingan persahabatan melawan Republik Ceko, ia berhasil mencetak dua gol.
Puncak perjalanan kariernya tercipta pada gelaran Piala Dunia 1998. Dua gol hasil sundulannya di partai pemungkas memastikan kemenangan Prancis 3-0 atas Brasil sekaligus mengamankan trofi juara dunia pertama. Mengenang malam itu, Zidane menegaskan dengan sederhana, "Saya memang tidak terlalu bagus dalam duel udara, tetapi untungnya kali ini saya berhasil melakukannya… dua kali!"
Saat berkarier di tingkat klub Eropa, Zidane mencetak salah satu gol paling ikonik pada final Liga Champions 2002. Tembakan voli kaki kiri yang membobol gawang Bayer Leverkusen memastikan trofi Eropa bagi Real Madrid. Momen spektakuler tersebut dirangkum oleh media Spanyol, Marca, melalui kalimat yang terus diingat: "Gol yang akan dikenang sepanjang masa."
Penutup perjalanan kariernya sebagai pemain berlangsung penuh drama pada final Piala Dunia 2006. Kartu merah dikeluarkan wasit akibat tandukannya kepada Marco Materazzi sebelum Prancis kalah melalui adu penalti dari Italia. Usai kejadian itu, Zidane menjelaskan alasan di balik tindakannya.
"Saya tidak akan bisa hidup tenang jika tetap berada di lapangan dan Prancis menang karena hal itu." Karier kepelatihan Zidane dimulai di Real Madrid dengan peran awal sebagai asisten Carlo Ancelotti. Perjalanan tersebut mengantarkannya dipercaya mengisi posisi pelatih kepala pada Januari 2016.
Kepercayaan yang diberikan langsung dibayar dengan prestasi besar. Los Blancos berhasil dibawanya merengkuh trofi Liga Champions dalam tiga musim beruntun pada rentang 2016, 2017, dan 2018.
Keberhasilan di kompetisi domestik turut dilengkapi dengan persembahan dua gelar LaLiga, termasuk trofi musim 2019/2020 pada periode keduanya menangani klub tersebut. Capaian gelar juara Liga Champions sebagai pemain maupun pelatih menempatkannya di jajaran elite dunia. Catatan prestasi tersebut kini dijadikan fondasi utama untuk mengarungi era baru bersama Timnas Prancis.






