Zohran Mamdani Memenangi Nominasi Calon Wali Kota New York

17 Juni 2026, 12:16 WIB

Zohran Mamdani berhasil memenangi nominasi sebagai calon wali kota New York dari Partai Demokrat Amerika Serikat pada Rabu, 2 Juli 2025, setelah mengungguli rival utamanya melalui sistem pemungutan suara pilihan berperingkat.

Hasil hitung suara putaran ketiga menunjukkan pemimpin Muslim berusia 33 tahun tersebut mengalahkan Andrew Cuomo dengan selisih angka yang signifikan. Dilansir dari Papanskor yang mengutip AFP, Mamdani memperoleh 56 persen suara, sementara Cuomo mendapatkan 44 persen suara.

Sebelumnya, kedua kandidat tidak berhasil mencapai batas ambang suara mayoritas dalam pemilihan yang digelar pada 25 Juni lalu. Hal ini membuat pejabat pemilihan mengeliminasi kandidat berperingkat rendah dan melakukan penghitung ulang, di mana Mamdani sempat meraih 43 persen suara pada prosesnya.

Melihat situasi tersebut, Cuomo memutuskan untuk mengakui kekalahannya sebelum hasil akhir resmi keluar. Padahal, mantan Gubernur New York itu sebelumnya mendapat banyak dukungan dari tokoh-tokoh besar partai, termasuk mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton.

Kemenangan ini membuka peluang bagi Mamdani untuk menjadi wali kota Muslim pertama di New York apabila ia berhasil memenangi Pemilihan Wali Kota pada November 2025 mendatang. Politisi keturunan India yang lahir di Uganda ini dikenal lewat kebijakan progresifnya yang menentang agenda politik Donald Trump, seperti usulan pembekuan sewa bagi warga, layanan bus gratis, serta perawatan anak universal.

"Partai Demokrat berbicara dengan suara yang jelas, menyampaikan mandat agar kota yang terjangkau, politik yang berorientasi masa depan, dan pemimpin yang tidak takut untuk melawan otoritarianisme yang meningkat," kata Mamdani.

Mamdani juga sempat mendapatkan label sebagai sosok komunis dari para kritikus akibat program-program pro-rakyat yang diusungnya tersebut. Namun, ia menolak anggapan negatif itu dan menegaskan komitmennya untuk melayani seluruh warga kota tanpa memandang status sosial.

"I rasa kita tidak perlu memiliki jutawan," ujar Mamdani.

Pernyataan tersebut disampaikan Mamdani seraya mengklaim bahwa dirinya memiliki keinginan kuat untuk bekerja demi kepentingan siapa saja yang menetap di New York, Amerika Serikat.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang