Turnamen bulu tangkis Indonesia Open 2026 resmi berakhir pada Minggu (7/6/2026) malam di Istora Senayan, Jakarta. Kompetisi ini menyisakan cerita pilu bagi tim tuan rumah yang gagal mengamankan satu pun podium tertinggi.
Dilansir dari Papanskor, Indonesia sebenarnya berpeluang meraih dua gelar melalui dua wakil di babak final. Namun, harapan tersebut pupus setelah seluruh delegasi Merah Putih menelan kekalahan.
Dua wakil tuan rumah yang harus puas menjadi runner-up adalah tunggal putra Jonatan Christie serta pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Kegagalan ini membuat Istora Senayan menjadi saksi lahirnya tiga juara baru.
Laga final Indonesia Open 2026 dibuka oleh sektor tunggal putri. Juara bertahan sekaligus unggulan pertama dari Korea Selatan, An Se Young, sukses mempertahankan takhtanya setelah menumbangkan unggulan ketiga asal Jepang, Akane Yamaguchi.
Pertandingan berjalan sengit sejak awal hingga memicu setting point 20-20 pada game pertama. An Se Young berhasil mengamankan game pembuka dengan skor ketat 23-21.
Memasuki game kedua, performa Akane Yamaguchi mulai menurun yang memudahkan An Se Young mendominasi permainan. Atlet berusia 24 tahun tersebut mengunci kemenangan dengan skor 21-12.
Hasil ini menjadi gelar ketiga bagi An Se Young di Indonesia Open setelah sebelumnya menang pada edisi 2021 dan 2025. Catatan tersebut menyamai rekor mantan ratu bulu tangkis Taiwan, Tai Tzu Ying, yang juara pada 2016, 2018, dan 2022.
Dominasi Ganda Campuran Denmark di Asia Tenggara
Sektor ganda campuran melahirkan juara baru melalui pertemuan antara pasangan non-unggulan China, Cheng Xing/Zhang Chi, melawan unggulan kelima asal Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje.
Christiansen/Boje keluar sebagai pemenang setelah melewati laga straight game yang sengit dengan skor akhir 21-19 dan 23-21.
Kemenangan ini menegaskan konsistensi ganda campuran Denmark tersebut di Asia Tenggara. Sebelum berjaya di Indonesia, mereka telah mengantongi gelar Thailand Open 2026 dan Singapore Open 2026 pada Mei lalu.
Sejarah Baru Tunggal Putra Kanada
Kejutan besar terjadi di sektor tunggal putra saat wakil tuan rumah, Jonatan Christie, ditantang oleh pemain muda Kanada, Victor Lai.
Jonatan Christie gagal memanfaatkan momentum untuk meraih gelar perdana Indonesia Open setelah takluk 19-21 dan 8-21 dalam durasi 39 menit.
Bagi Victor Lai yang baru berusia 21 tahun, kemenangan di Istora Senayan ini menjadi pencapaian tertinggi dalam kariernya. Ia mengukir sejarah sebagai pebulu tangkis Kanada pertama yang menjuarai turnamen level Super 1000 ini.
Yuki Fukushima Kembali Naik Podium Juara
Sektor ganda putri menyajikan duel antara juara bertahan asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, melawan pasangan senior Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto.
Yuki Fukushima yang kini menginjak usia 33 tahun membuktikan kapasitasnya bersama Mayu Matsumoto (30 tahun). Mereka menang melalui drama rubber game dengan skor 21-15, 18-21, dan 21-18.
Kemenangan ini sekaligus menggagalkan ambisi Liu Sheng Shu dan Tan Ning untuk mempertahankan gelar juara secara beruntun di Indonesia.
Ganda Putra Malaysia Akhiri Penantian 18 Tahun
Partai puncak Indonesia Open 2026 ditutup oleh pertandingan ganda putra antara Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melawan unggulan ketujuh dari Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Raymond/Joaquin sempat membuka harapan publik tuan rumah setelah merebut game pertama dengan keunggulan 21-13.
Namun, performa wakil Indonesia menurun pada game berikutnya. Goh Sze Fei/Nur Izzuddin membalikkan keadaan dan membungkus kemenangan dengan skor 18-21 dan 10-21 pada game penentuan.
Keberhasilan Goh/Izzuddin sekaligus mengakhiri puasa gelar ganda putra Malaysia di Indonesia Open selama 18 tahun. Terakhir kali ganda putra Malaysia juara di turnamen ini terjadi pada edisi 2008 melalui pasangan Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari.







