LaLiga Luncurkan Laporan Tech Powerhouse 2026 Petakan Tren AI Sepak Bola

7 Agustus 2026, 23:46 WIB

Kompetisi sepak bola tertinggi Spanyol, LaLiga, merilis laporan tahunan bertajuk Tech Powerhouse 2026 untuk memetakan arah pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di industri lapangan hijau. Laporan perdana tersebut disusun bersama perusahaan konsultan strategi olahraga 380AMK, seperti dilansir dari Bola. Penyusunan dokumen analisis ini melibatkan pengolahan data dari 50 lebih laporan ekonomi dan industri.

Peneliti juga melakukan wawancara mendalam dengan 22 pakar serta membandingkan performa penerapan teknologi LaLiga terhadap liga-liga papan atas Eropa lainnya. Presiden LaLiga Javier Tebas menegaskan bahwa integrasi AI kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian dari strategi mendasar kompetisi. Langkah pembagian data ini dilakukan setelah organisasi menginvestasikan dana pada sektor teknologi selama lebih dari satu dekade.

"Teknologi, khususnya AI, telah menjadi kapabilitas strategis untuk mendorong pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi klub dan penggemar," kata Javier Tebas.

Laporan tersebut menyoroti kemunculan agentic AI yang mampu menjalankan otomatisasi tugas-tugas organisasi secara independen. Di samping itu, penguasaan atas data digital atau technological sovereignty menjadi aspek krusial agar lembaga olahraga memegang kendali penuh atas aset digital mereka. Penggunaan digital twin juga diprediksi kian marak untuk memodelkan performa atlet, simulasi pergerakan penonton, hingga pengelolaan operasional arena. Stadion modern kini didorong bertransformasi menjadi smart stadium guna menyajikan layanan yang lebih interaktif.

Pemanfaatan data berbasis AI juga memungkinkan terjadinya pemrosesan konten berkategori hyper-personalisation. Teknologi tersebut dirancang agar mampu menyesuaikan kebutuhan dan preferensi informasi setiap suporter secara spesifik.

Pengembangan Ekosistem Mandiri dan Kolaborasi Riset

LaLiga mencatatkan keunggulan lewat pembuat sistem teknologi secara mandiri yang kemudian dikomersialkan melalui perusahaan patungan Sportian bersama Globant. Akses terhadap fasilitas data, infrastruktur digital, serta program pelatihan ini turut dibuka bagi 42 klub profesional di bawah payung kompetisi.

Penguatan riset ilmiah dijalankan melalui unit Football Intelligence yang bermitra dengan berbagai perguruan tinggi. Unit ini secara konsisten menerbitkan publikasi akademis guna mendukung peningkatan performa atlet di lapangan.

Dari sisi internal, seluruh staf LaLiga telah mendapatkan pelatihan pemanfaatan perangkat AI serta pemahaman terkait regulasi kecerdasan buatan yang berlaku di Uni Eropa. Transformasi ini menandai pergeseran peran LaLiga dari sekadar pengguna menjadi penyedia solusi teknologi bagi industri olahraga global.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang