Tri Maharani Imbau Waspada Sengatan Ubur-ubur di Pantai Selatan Jawa hingga Bali

6 Agustus 2026, 15:17 WIB

Musim kemunculan ubur-ubur di pantai selatan Pulau Jawa hingga Bali sedang berlangsung, menyebabkan beberapa wisatawan tersengat. Dokter spesialis emergensi dan pakar toksinologi Tri Maharani mengimbau kewaspadaan saat beraktivitas di pantai, terutama bagi anak-anak yang menjadi korban utama.

Sengatan ubur-ubur biru yang mulai muncul sejak Juni hingga September ini tidak mematikan, tetapi menimbulkan rasa nyeri dan trauma, terutama pada anak-anak. Petugas SAR melaporkan belasan kasus sengatan di Pantai Selatan Gunungkidul, Yogyakarta, dan Pantai Sanur, Bali, dalam beberapa waktu terakhir, dilansir dari Detik Travel.

Tri Maharani menyebut anak-anak sering tertarik menyentuh ubur-ubur yang berbentuk seperti balon transparan berwarna kebiruan, padahal tentakel ubur-ubur tetap bisa menyengat meski sudah terdampar di bibir pantai.

"Juni sampai September itu bulannya ubur-ubur blooming di pantai selatan Pulau Jawa sampai Bali. Akan keluar ubur-ubur biru," ujar Tri Maharani, dokter spesialis emergensi RS Permata Depok sekaligus pakar toksinologi.

"Memang ubur-ubur biru itu tidak mematikan, tetapi akan menimbulkan rasa nyeri, rasa panas, dan akan berbayang untuk anak-anak," tambahnya.

Tri Maharani mengingatkan agar orang tua tidak membiarkan anak-anak menyentuh ubur-ubur yang ditemukan di pasir pantai, dan menyarankan wisatawan membawa perlengkapan pertolongan pertama seperti cuka yang telah diencerkan.

"Cuka ini positif untuk hewan laut," kata dia. Dia menjelaskan cuka makanan dengan konsentrasi 25 persen perlu diencerkan hingga sekitar lima persen sebelum digunakan sebagai pertolongan pertama.

Larutan cuka ini bisa disiramkan pada bagian tubuh yang tersengat, dan juga efektif untuk sengatan beberapa hewan laut lain seperti ikan batu, bulu babi, dan ikan pari.

Selain membawa perlengkapan darurat, Tri Maharani menyarankan wisatawan memakai pakaian yang menutupi kulit seperti baju renang berlengan panjang atau rash guard agar mengurangi risiko sengatan ubur-ubur.

Dia juga mengingatkan wisatawan selalu memperhatikan papan informasi dan peringatan dari petugas pantai selama musim kemunculan ubur-ubur.

Tri Maharani mencontohkan pantai di Malaysia yang menyediakan papan informasi dan botol cuka untuk pertolongan pertama sengatan ubur-ubur yang bisa digunakan wisatawan secara mandiri.

"Kalau pergi ke pantai di Malaysia, di pinggir pantainya ada papan pengumuman. Di sebelahnya juga disediakan cuka. Jadi kalau ada yang tersengat, tidak usah menunggu petugas, bisa langsung memberikan pertolongan pertama," ucapnya.

Menurut Tri Maharani, konsep serupa perlu diterapkan di Indonesia karena pantai adalah destinasi wisata paling laris di negara ini.

"Padahal pantai adalah pariwisata yang paling laris di Indonesia," ujarnya. Dia berharap pengelola destinasi selain fokus menarik wisatawan juga meningkatkan aspek keselamatan melalui penyediaan informasi, perlengkapan pertolongan pertama, dan edukasi pengunjung.

"Keselamatan itu nomor satu. Orang datang berwisata ingin bahagia, jadi mereka juga harus pulang dengan selamat," tutup Tri Maharani.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang