UGM Bekali Mahasiswa Baru Materi Kesejahteraan dalam PKKMB 2026

6 Agustus 2026, 07:16 WIB

Universitas Gadjah Mada membekali mahasiswa baru dengan materi kesejahteraan atau well-being dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru yang dinamakan Pionir Gadjah Mada sejak Senin (3/8/2026). Langkah ini dilakukan agar para mahasiswa mampu menghadapi perubahan sosial secara tangguh, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof Dr Wening Udasmoro memaparkan fokus utama dari program tersebut saat kegiatan monitoring dan evaluasi di Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan pada Selasa (4/8/2026). Pembekalan ini mencakup tiga poin krusial untuk pusat kesejahteraan di lingkungan kampus.

"Jadi sebetulnya ada tiga poin penting untuk well-being centernya UGM. Yang pertama dari tadi kekerasan, kekerasan macam-macam ya, seksual, fisik, mental, untuk kesehatan sosial juga," jelas Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof Dr Wening Udasmoro.

Poin kedua yang menjadi perhatian utama kampus adalah kesehatan mental, yang mana materinya disampaikan pula kepada orang tua mahasiswa secara luring maupun daring.

"Terus ketiga adalah disabilitas," sebutnya.

Pihak rektorat menegaskan bahwa rangkaian materi tersebut sejatinya telah digulirkan sejak tahun sebelumnya, namun penyampaiannya makin diperkuat pada pelaksanaan tahun ini. Upaya penajaman materi ini ditujukan untuk membangun ketahanan mahasiswa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

"Jadi sebetulnya ada tiga poin penting untuk well-being centernya UGM. Yang pertama dari tadi kekerasan, kekerasan macam-macam ya, seksual, fisik, mental, untuk kesehatan sosial juga," jelas Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof Dr Wening Udasmoro.

Selain pembahasan mengenai kesejahteraan, peserta PKKMB UGM turut menerima berbagai materi pendukung lain. Topik yang diajarkan meliputi toleransi, multikulturalisme, cinta tanah air, keistimewaan Yogyakarta, literasi digital, integrasi akademik, kesadaran sosial, implementasi nilai ke-UGM-an, materi UGM 2025 and Beyond, pengenalan organisasi kemahasiswaan, hingga manajemen keuangan.

Rangkaian Pionir UGM juga diisi dengan ruang diskusi antarmahasiswa dari latar belakang program studi yang berbeda. Pada sesi UGM 2025 and Beyond, mahasiswa baru dikelompokkan dalam tim kecil berisi enam orang untuk mendiskusikan rencana pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang